Harry Potter Dub Indonesia- [top] < Original >

Ketiadaan untuk film-film terakhir membuat banyak fans merasa "kehilangan momen". Bayangkan harus mendengar Snape berkata "After all this time?" dalam bahasa Inggris, sementara di kepala mereka tetap terngiang suara Jajang C. Noer: "Selama ini kau masih menyayanginya, Lily?"

Here’s a short draft story based on the idea of Harry Potter dubbed into Indonesian (often called Harry Potter versi Bahasa Indonesia by fans).

Suara mendesis dan menyeramkan dari Tanto berhasil membuat banyak anak kecil ketakutan sekaligus terpukau. Harry Potter Dub Indonesia-

Ana, yang juga dikenal sebagai pengisi suara untuk Doraemon (Nobita versi Indosiar) atau Chika dari Chibi Maruko Chan , memberikan warna cerdas namun emosional pada Hermione. Suaranya yang tegas tapi tidak galak menjadi patokan bagaimana "gadis pintar" bersuara di Indonesia.

“Again,” Bu Dewi said. “And remember—Harry’s voice is cracking. He’s just seen his own future self cast the spell. He’s in awe.” Suara mendesis dan menyeramkan dari Tanto berhasil membuat

Rendi nodded. He thought of his own father, who worked twelve-hour shifts at a textile factory and never understood why Rendi wanted to “talk into microphones.” He thought of the first time he heard his own voice come out of a cartoon cat on a Sunday morning—and how his mother had cried.

: Voiced by Tri Adi Setiawan (notably in Order of the Phoenix ) and Adi Bing Slamet in earlier versions. Ron Weasley : Often voiced by Hardianto. “Again,” Bu Dewi said

"Tidak ada sihir yang lebih kuat dari kenangan." — Albus Dumbledore (versi dub Indonesia, tentu saja).