Naskah Drama Malin Kundang 4 Orang -
"Malin Kundang berubah menjadi batu. Istri dan awak kapalnya selamat, namun hidup dalam penyesalan abadi. Hingga kini, di Pantai Air Manis, Sumatera Barat, kita masih bisa melihat batu yang menyerupai orang yang sedang tertelungkup, dikelilingi ombak."
Malin: Ibu, aku tidak bisa terus begini. Hidup kita terlalu miskin. Aku harus pergi merantau.Ibu: Tapi Malin, kau satu-satunya yang Ibu miliki. Ibu takut kau tak kembali.Malin: Percayalah, Bu. Aku akan pulang membawa harta yang banyak untuk kita.Nakhoda: (Masuk ke panggung) Hei, Malin! Kapal akan segera berangkat. Cepatlah!Malin: Baiklah, Kapten. (Memeluk Ibu) Aku pergi, Bu. Jaga diri Ibu baik-baik.Ibu: (Menangis) Pergilah, Nak. Doa Ibu menyertaimu. Jangan lupakan Ibu. naskah drama malin kundang 4 orang
"Malin... ini Ibu, Nak. Aku yang membesarkanmu. Lihatlah tanda lahir di tanganmu!" "Malin Kundang berubah menjadi batu
(Berusaha mengendalikan kemudi) Tenang, Siti! Ini hanya badai biasa! Hidup kita terlalu miskin
(Melihat desa kumuh) Malin, sungguh mengapa kita singgah di pelabuhan yang menyedihkan ini? Aroma amis ikan membuatku mual.
(Menangis histeris) Ibu! Ibu! Maafkan Malin! Malin salah! TOLONG... IBU...




