Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya ada di otak. Saat kita jatuh cinta, otak memproduksi dopamin (hormon senang), norepinefrin (energi), dan serotonin. Efeknya mirip dengan mengonsumsi kokain.
Menguak Fenomena "Love Junkies": Ketika Cinta Menjadi Adiksi 1. Pendahuluan: Definisi dan Realita Dalam dunia psikologi, istilah love junkies merujuk pada individu yang mengalami kecanduan cinta love addiction ). Mirip dengan kecanduan zat, seorang love junkie love junkies bahasa indonesia
Mereka berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain dengan cepat, bukan karena mencari jodoh, melainkan karena withdrawal symptoms (gejala putus obat) saat hubungan memasuki fase stabil atau membosankan. Mengapa ini bisa terjadi
sering kali menunjukkan pola perilaku yang merusak diri sendiri dan hubungan, seperti: Ketakutan Luar Biasa akan Kesepian: Efeknya mirip dengan mengonsumsi kokain
Menjadi love junkies bukanlah hal yang romantis. Dampaknya sangat destruktif, baik untuk diri sendiri maupun orang lain:
Love junkies adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki ketergantungan emosional yang kuat terhadap cinta atau hubungan romantis. Mereka sering kali mencari pengalaman cinta yang intens dan euforia, namun seringkali tidak dapat mempertahankan hubungan yang stabil dan sehat.
Cinta yang sehat tidak membuat Anda sakaw saat ditinggal. Cinta yang sehat tidak membutuhkan drama setiap hari. Dan yang terpenting, Anda tidak perlu menjadi pecandu untuk merasakan hidup yang berwarna.